Sekjend Lingkar Trainer Muda Indonesia

LTMI merupakan sebuah komunitas dibawah naungan CerdasMulia Institute yang bergerak dalam bidang pembangunan diri. Sejak tanggal 1 Maret 2015, LTMI resmi di launching dan Adit mendapat amanah sebagai Sekjend LTMI

Semangat Menebar Inspirasi

Mempunyai bakat dalam bidang MC serta public speaking, membuat Adit menjadikan dunia training sebagai media menyalurkan hobi dan bakatnya disamping pekerjaannya.

Fasilitator Yayasan Aids Indonesia

Adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS yang dipelopori oleh YAIDS di daerah DKI Jakarta.

Fasilitator Training PT.Kubik Kreasi SisiLain

Adalah sebuah lembaga training profesional yang dimotori oleh Jamil Azzaini, yang juga merupakan idola dari Adit

Aparatur Sipil Negara Lemigas

Adit merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara sebagai Peneliti Pertama pada Lembaga Minyak dan Gas dibawah naungan Kementrian ESDM

Sabtu, 01 Oktober 2016

Apa Resolusimu di Tahun Baru Islam 1438-H?




Siapa yang menyangka kalau tanggal 1 Oktober 2016 adalah tahun baru umat Islam, 1438-H? Bertepatan dengan awal bulan, sekaligus hari kesaktian Pancasila bagi Bangsa Indonesia. Tidak ada gaung sama sekali. Wajar saja, mungkin karena bertepatan dengan hari Sabtu juga, hari dimana rata-rata orang yang bekerja sedang santai berkumpul dengan keluarganya, dan lain sebagainya.

Bagi yang beragama Islam, seharusnya diri ini menjadi jauh lebih semangat untuk menyongsong hari-hari di tahun yang berbeda. Jangan sampai beda tahun, semangat malah kendur. Jangan sampai beda tahun, pencapaian malah turun. Dan jangan sampai yang lainnya yang masih banyak lagi.

Sudah seharusnya di tahun yang baru ini juga sebisa mungkin memiliki harapan, impian yang ingin dicapai dan berbeda dari tahun sebelumnya. Sama seperti ketika pergantian tahun baru masehi. Bukan hanya umat Islam yang getol buat resolusi, semua masyarakat dunia mungkin berlomba-lomba menuliskan kembali resolusi yang akan dicapai di tahun tersebut. Harus berbeda merupakan kunci utama yang pasti dipegang.

Lantas, apakah sahabat seiman sudah memiliki revolusi terbaru untuk tahun 1438-H ini? Jika belum, segeralah untuk membuat revolusi yang hendak dicapai.

“Aah males ah ditulis segala. Biarin aja ngalir kayak air, entar juga nemu sendiri mau gimana”

Nah loh, ngeri banget kalau kita beneran sampai ngomong seperti ini. Itu berarti hidup kita ini ga ada tujuan sama sekali mau jadi kayak apa. Alangkah baiknya, ketika semua resolusi itu dicatet, lebih bagus lagi ditempel di tempat yang mudah kita lihat. Lebih bagus lagi kalau bisa dideklarasikan kepada orang terdekat, seperti pasangan suami istri, orangtua, teman, sahabat, dan lainnya.

“Biar apa sih emang harus begitu?”

Konon katanya, bahkan sudah saya buktikan sendiri sih, kalau sesuatu harapan dan keinginan yang ditulis kemudian ditempel di tempat yang bisa kita lihat, bahkan bisa dideklarasikan, akan jadi sugesti buat tubuh kita untuk giat meraih impian itu. Sayang banget kan kalau misal yang sebenarnya hal yang mudah kayak gitu tapi kita ga lakuin.

Nah, di tahun baru untuk umat Islam ini, saya pun memiliki beberapa resolusi, impian yang ingin saya capai. Khususnya berkaitan dengan rasa cinta saya kepada Allah SWT. Tuhan Semesta Alam, yang selama ini saya suka lupa untuk mengajak berperan dalam setiap langkah saya, dan lebih mendahulukan ciptaan-Nya.

Beberapa hal itu antara lain,

mengajak allah untuk selalu mengambil peran di awal, saat berjalan, dan saat hasil sudah didapat

Hal ini adalah yang paling penting buat saya. Ga boleh lupa sama hal ini. Kalau kata guru saya, kalau mau jadi pemenang dalam hidup ini, inget Allah Makjleb!!

Punya minimal 1 lini usaha berbasis spiritual company yang bisa membantu banyak orang

Untuk yang satu ini, sudah jadi impian saya selama ini. Bisa punya bisnis, ada partner lagi. Dulu mah bilangnya akan bisnis kalau udah nikah. Nah sekarang, nikah udah, lanjut bisnis bareng. Lebih dari itu, pasti hati ini bakal senang luar biasa ketika bisa melihat orang lain terbantu dengan sesuatu yang kita lakukan. Bukan begitu sahabat? Hehehe

Bisa berangkat umroh ke tanah suci mekah dan Madinah bareng istri tercinta

Siapa sih dari umat muslim yang gam au berangkat umroh ke tanah suci, solat di Masjidil Haram, tawaf mengelilingi kabah, sa’i safa marwa? Pasti pada mau kan. Dan ini yang jadi keinginan terbesar saya selama ini setelah pergi haji tentunya. Kalau dulu mikirnya, duitnya darimana duitnya darimana, nyari hutang? Minta orangtua? Hiiiih. Saya tersadar setelah lupa kalau ada Allah. Minta aja ke Allah, ibadah perbaiki dan tambahin jauh lebih dari biasa, insya Allah ada jalan. YAKIN saya!!

Semata-mata saya menuliskan beberapa harapan dan impian saya ini bukan untuk pamer atau sejenisnya. Bukan. Tapi semata-mata hanya untuk mengingatkan diri saya kalau saya lupa. Sekaligus minta bantuan sahabat sekalian untuk mendoakan, boleh setelah solat, boleh setelah ibadah apapun, boleh kapan aja kok. Peace yah . . .

Dan impian di atas ini belum semua saya tuliskan, nanti akan saya tuliskan sendiri untuk kemudian saya tempel di kamar biar bisa dilihat keluarga saya pastinya.

Bagaimana dengan sahabat? Sudah ada? Kalau belum, yuk dibuat. Biar sama-sama saling mendoakan. Allah Maha Pemurah kok . . .

Selasa, 27 September 2016

Ucapan Itu Doa (2)



“Enak ya bro kayaknya tidur di rumah sakit”

“Elu, masuk rumah sakit mulu. Gw selama kuliah di Jogja sini, belom penah masuk rumah sakit”

Dua kalimat di atas adalah ucapan yang saya lontarkan ketika saya menjenguk teman saya di rumah sakit. Yang atas ketika saya menjenguk di salah satu rumah sakit di daerah Bintaro, dan yang bawah saya ucapkan ketika menjenguk teman saya di Jogja ketika saya kuliah.

Dan tahukah sahabat apa yang saya terima setelah saya mengucapkan dua kalimat di atas itu? Hehe, tidak lama setelah itu, saya benar-benar masuk rumah sakit. Yang pertama adalah ketika SMA, saya kecelakaan motor sehingga membuat paha kiri saya patah sehingga harus dioperasi. Dan yang kedua adalah ketika kuliah, saya menderita demam berdarah dan harus dirawat, tidak tanggung-tanggung, 8 hari saya baru bisa keluar rumah sakit.

Kemudian saya mengingat beberapa kejadian yang terjadi dalam hidup saya ini. Hampir semuanya adalah karena ucapan yang saya lontarkan. Baik yang saya lontarkan kepada teman saya, ataupun hanya saya lontarkan pada diri sendiri.

Saya lalu ingat pesan dari guru saya bahwa jika memiliki keinginan, lebih baik diucapkan atau ditulis. Agar itu menjadi sugesti bagi diri kita sendiri. Kita disuruh percaya, bahwa sesuatu yang kita ucapkan sesungguhnya akan menjadi doa yang jika Malaikat mendengar, akan diaminkan olehnya kemudian Allah akan mengabulkannya.

Mulutmu, harimaumu. Pepatah itu bisa juga kita terapkan pada hal ini. Jika kita mengucapkan sesuatu yang baik, maka bersyukurlah dan bersiaplah untuk menerima yang baik. Sebaliknya, jika kita mengucapkan sesuatu yang buruk, maka bersiaplah untuk menerima sesuatu yang buruk itu.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengatakan suatu keinginan. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Jangan sampai sesuatu yang tidak baik menimpa diri kita. Biarkan sesuatu yang baiklah yang menghampiri kita.
Allah Maha Mencintai
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Sabtu, 24 September 2016

Ucapan Itu Doa



Belum lama ini, saya diberi kesempatan untuk bisa memandu sebuah acara di kampus istri saya tercinta di Semarang. Acara Grand Mentoring Fakultas Kesehatan Udinus 2016. Tentu saja dalam acara itu, saya ditemani oleh istri tercinta.

Sebelum acara itu dimulai, ada hal menarik yang menjadi pembelajaran bagi saya, terutama pada dini hari setelah kami berdua tiba di Stasiun Semarang Tawang pada jam setengah 3 pagi. Entah angin apa atau siapa yang membisiki telinga saya, saya mengajak istri saya untuk menuju tempat kami istirahat dengan becak.

Pada saat itu saya merasa jika menggunakan becak, akan sangat menyenangkan. Udara masih sejuk, jalanan sepi. Tentu hal itu jarang saya rasakan ketika saya berada di tempat tinggal saya, di Tangerang. Jalanan macet, polusi luar biasa. Aaah senangnyaa.

Tanpa harus tawar menawar harga dengan bapak yang membawa kami, langsung kami setuju untuk selanjutnya menuju tempat istirahat dengan becak. Setengah jam perjalanan kami sangat senang. Karena jalanan benar-benar sepi dan sejuk sekali udara dihirup. Bahkan istri saya sampai mengabadikan momen dimana kami berada di becak dengan setumpuk tas yang kami bawa untuk selanjutnya diposting di media sosial milik istri saya.

Tapi Allah berkata lain. Pada saat kami sudah hampir tiba di tempat kami akan istirahat, tiba-tiba saja HP yang saat itu ada di genggaman istri saya sudah berpindah tangan ke orang lain, alias diambil oleh orang lain (maling) yang saat itu mengendarai sepeda motor dengan knalpot berisik. Saya shock luar biasa, tapi lebih shock lagi istri saya yang benar-benar dalam hitungan detik HPnya sudah tidak ada di genggamannya. Dengan kecepatan tinggi, sang maling meninggalkan kami jauh di belakang dengan becak yang kami tumpangi.

Sang bapak yang membawa kami merasa emosi dengan si maling, tapi apa daya kami tidak sanggup untuk mengejarnya. Selama perjalanan, saya hanya diam, istri saya lebih diam. Selepas subuh, saya istirahat sebentar, istri saya sama sekali tidak bisa tidur, hihi. Mungkin karena merasa bersalah kali 
ya.

Kemudian saya berpikir kembali apa yang sudah saya lakukan sehingga kami ditimpa kenikmatan tersebut. Istri saya mengingatkan pada saya bahwa saya pernah mengucapkan kata-kata yang mungkin itu berperan dalam hilangnya HP istri saya itu.

“Ih Nay, hapenya lemot. Ga kayak hape bay. Ganti giiih, hahaha”.

Ternyata Allah menjawab doa saya. HP istri hilang dalam sekejap mata malah. Pembelajaran yang luar biasa yang Allah berikan kepada saya dan juga istri saya. Bahwa ucapan mengandung doa. Ucapan juga mengandung harapan.

Jika ucapan yang kita keluarkan baik, insya Allah hasilnya baik. Jika ucapan yang kita keluarkan buruk, hasilnya pun akan buruk. Aaah. Senangnya diri ini diingatkan akan hal itu. Langsung oleh Allah diberikan dalam jangka waktu yang tidak lama. Semoga saja diri ini, dan diri sahabat semua selalu bisa mengucapkan kalimat-kalimat baik sehingga bernilai ibadah. Aamiin.

Nb: Alhamdulillah kami diberi rezeki sehingga istri saya dapat HP yang insya Allah lebih baik bagi dirinya

Senin, 05 September 2016

Belum Bekerja? Tidak Masalah

Banyak yang mengatakan padaku mengenai pekerjaanku saat ini yang dirasa oleh mereka sangat menyenangkan. Selain karena sudah diangkat sebagai pegawai tetap, selain itu juga banyak yang menganggap hidupku ke depan akan tenang-tenang saja. Terlebih ketika dibahas masalah gaji, ada saja yang merasa tidak adil. Hohoho

Memangnya pekerjaanku saat ini apa sih sampai-sampai orang bisa berpandangan seperti itu??
Pekerjaanku saat ini adalah pegawai salah satu kementrian yang cukup strategis di Indonesia, mengurusi masalah energi yang ada di negara ini. Benar sekali. Aku saat ini bekerja sebagai aparatur sipil negara di kementrian ESDM, tepatnya di bidang kelitbangan atau bidang penelitian dan pengembangan sumber daya energi.

Jika dilihat secara kasat mata, memang mungkin akan terlihat menyenangkan. Merasa aman karena hidup terjamin asal tidak neko-neko, pensiun pun akan mendapat uang tiap bulannya. Setidaknya hal itulah yang kulihat dari bapakku yang saat ini merasakan manfaatnya. Bekerja sejak tahun 1980-an dan pensiun di tahun 2015, saat ini beliau dapat menikmati masa tuanya dengan menerima hasil dari segala yang pernah dilakukannya dahulu.

Sungguh merasa beryukurnya diri ini ketika ternyata di saat banyak orang di luar sana yang belum memiliki pekerjaan, tapi aku bisa diterima bekerja di salah satu kementrian. Kemudian banyak juga yang bertanya padaku perihal bagaimana aku bisa diterima disana. Hohoho lagi.

Percaya atau tidak, semua yang kudapatkan ini akupun tidak pernah menyangkanya.

Bayangkan, aku yang ketika pendaftaran administrasi baru mengirimkan berkas H-1 pendaftaran ditutup. Aku yang ketika akan ujian CAT (via komputer) di daerah Bintaro hampir memutuskan tidak datang karena sempat malas. Aku yang ketika proses interview sudah pasrah saja walaupun datang dari jam 6 pagi padahal interview baru dimulai pada jam 9 pagi atau 3 jam setelah aku sampai. Bahkan aku yang ketika mempersiapkan diri untuk ujian saja hampir tidak menyentuh buku pelajaran, karena pada saat belajar setengah jam dan stres melanda, langsung kututup tanpa pernah kubuka kembali.

Mungkin sahabat tidak percaya. Begitupun yang teman-temanku rasakan ketika kuceritakan mengenai hal ini. Mereka tidak percaya dengan semua yang kulakukan saat itu. Tapi itulah faktanya. Aku terlihat tidak berusaha keras. Memang. Tapi aku pada saat itu percaya bahwa aku mampu menyenangkan hati orangtuaku untuk  dapat bekerja di satu perusahaan.

Yang bisa kubagikan disini adalah satu hal yang paling penting yang kuanggap memiliki peran luar biasa atas keberhasilanku bisa diterima bekerja. Apa itu? Apakah belajar keras? Ataukan buat contekan super agar saat ujian bisa mengerjakan? Ataukah apa? Yang kulakukan hanya satu dan menurutku ini penting.

Mendekat Pada Dzat Yang Maha Memiliki Kekuasaan

Hanya itu? Yak, hanya itu saja. Loh kok bisa? Ya bisa. Gimana bisa begitu doang bisa diterima? Iyaaa

Sahabat masih tidak percaya? Silakan dicoba saja. Tinggalkan semua perkara duniawi, kembali mengingat hakikat kita hidup di dunia ini aja adalah untuk beribadah, kembali kepada Allah. Insya Allah, semua urusan akan dimudahkan deh jadinya . . .

Keep smile